Rabu, 16 April 2014

bab v

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Penerapan pembelajaran dan prosedur dalam penelitian ini didasarkan pada pembelajaran dengan menerapkan Model pembelajran Picture and Picture dalam pelaksanaan pembelajaran IPS-Terpadu . Media gambar yang digunakan dalam penelitian ini adalah media gambar yang sesuai dengan materi pembelajaran dan disesuaikan juga dengan model pembelajaran. Prosedur penelitiannya terdiri dari 2 siklus. Siklus 1 dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 11 Maret 2014 dan hari Kamis tanggal 13 Maret 2014. Siklus II dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 18 Maret 2014 dan Kamis tanggal 20 Maret 2014. Dari uraian dan penjelasan yang telah dibahas pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Model pembelajran Picture and Picture yang diterapkan dalam pembelajaran IPS-Terpadu dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa pada materi lingkungan hidup. Hal ini dilihat pada penigkatan akitivitas siswa pada kegiatan pembelajaran dari siklus sebesar 72% dan mengalami penigkatan pada siklus II sebesar 92%. Peningkatan hasil belajar siswa juga mengalami penigkatan. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas, terjadi peningkatan yaitu pada pada siklus I nilai rata-rata mencapai 79,11 dan ketuntasan klasikal atau siswa yang memenuhi lebih nilai KKM sebesar 72,2%. Pada tes siklus II nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 88,52 dan 97% siswa sudah memenuhi nilai KKM. Berdasarkan hasil penelitian, maka implikasi dari hasil penelitian adalah: 1. Model pembelajran Picture and Picture dapat diterapkan pada materi lingkungan hidup dalam pembelajaran IPS-Terpadu. 2. Model pembelajran Picture and Picture digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa pada materi lingkungan hidup dalam pembelajaran IPS-Terpadu . 3. Model pembelajran Picture and Picture dapat dimanfaatkan oleh guru untuk mengaktifkan siswa meningkatkan hasil pembelajaran IPS-Terpadu . 4. Model pembelajran Picture and Picture sangat cocok untuk mata pelajaran IPS-Terpadu karena dalam pembelajaran IPS-Terpadu bersifat kongkrit. C. Saran Berdasarkan hasil penelitian mengenai penerapan model pembelajran Picture and Picture pada kelas VIII A SMP Negeri 23 Malang tahun pelajaran 2013/2014, maka saran-saran yang diberikan sebagai sumbangan pemikiran untuk meningkatkan mutu pendidikan pada umumnya dan meningkatkan kompetensi peserta didik SMP Negeri 23 Malang pada khususnya sebagai berikut: 1. Bagi sekolah Membantu penggunaan model pembelajran Picture and Picture dalam rangka meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa. 2. Bagi guru a) Untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa diharapkan menggunakan model pembelajaran yang inofatif. b) Untuk meningkatkan keaktifan, kreatifitas siswa dan keefektifan pembelajaran diharapkan menerapkan model pembelajaran Picture and Picture. c) Adanya tindak lanjut terhadap penggunaan model pembelajaran Picture and Picture pada materi lingkungan hidup. 3. Bagi siswa a) Peserta didik hendaknya dapat berperan aktif dengan menyampaikan idea atau pemikiran pada proses pembelajaran, sehingga proses pembelajaran berjalan dengan lancar sehingga memperoleh hasil belajar yang optimal. b) Siswa dapat mengaplikasikan hasil belajarnya kedalam kehidupan sehari-hari.

bab iii

BAB III METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Menurut David Wiliams dalam Moleong (2012: 5) bahwa penelitian kualitatif adalah pengumpulan data pada suatu latar ilmiah, dengan menggunakan metode alamiah, dan dilakukan oleh orang atau peneliti yang tertarik secara alamiah. Berdasarkan uraian diatas jelas terungkap bahwa pada penelitian kualitatif mempersoalkan latar ilmiah dengan maksud agar hasilnya dapat menafsirkan fenomena dan yang dimanfaatkan untuk penelitian dengan berbagai macam metode. Metode yang sering digunakan adalah wawancara, pengamatan, dan pemanfaatan dokumen. Menurut Moleong (1998) dalam Arikunto (2010: 22) sumber data penelitian kualitatif adalah tampilan yang berupa kata-kata lisan atau tertulis yang dicermati oleh peneliti, dan benda-benda yang diamati sampai detailnya agar dapat ditangkap makna yang tersirat dalam dokumen atau bendanya. Adapun ciri – ciri penelitian kualitatif sebagai berikut : (1) peneliti sebagai instrumen utama, artinya peneliti terlibat langsung dalam penelitian, (2) data dianalisis secara induktif, (3) menekankan pada setting alami, (4) mengutamakan proses dari pada hasil, (5) melihat setting dan respon secara keseluruhan atau holistik. Pada penelitian tindakan kelas ini, digunakan metode PTK. Menurut Suyanto (1997) dalam Masnur Muslich (2009: 9) penelitian tindakan kelas adalah suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan atau meningkatkan praktik pembelajaran di kelas secara profesional. Pernyataan tersebut didukung oleh Rochman Natawijaya (dalam Masnur Muslich 2009: 9) penelitian tindakan kelas adalah pengkajian terhadap permasalahan praktis yang bersifat situasional dan kontekstual, yang ditunjukan untuk menentukan tindakan yang tepat dalam rangka pemecahan masalah yang dihadapi, atau memperbaiki sesuatu. Menurut Cormack (dalam Moleong, 2012: 24) Penelitian tindakan (action research) adalah cara melakukan penelitian dan berupaya bekerja untuk memecahkan masalah pada saat yang bersamaan. Untuk memecahkan masalah dalam penelitian diperlukan data yang relevan dengan permasalahannya, sedangkan untuk mendapatkan data tersebut perlu digunakan teknik pengumpulan data yang bermacam – macam ( multiteknik ) sehingga dapat diperoleh data yang benar-benar valid dan dapat dipercaya. Langkah-langkah penelitian yang dilakukan adalah melalui tahapan a) perencanaan (planning), b) tindakan (acting), c) pengamatan (observing), dan d) refleksi (reflecting). Dalam penelitian ini masalah yang dimaksudkan adalah rendahnya pemahaman siswa kelas VIII A SMPN 23 Malang terhadap materi lingkungan hidup. Alternative pemecahannya adalah dengan menggunakan model pembelajaran Picture and Picture Peneliti menggunakan model pembelajaran Picture and Picture ini sebagai media dalam kegiatan pembelajaran. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas VIII A SMPN 23 Malang dengan menggunakan model pembelajaran Picture and Picture Sesuai dengan tujuan penelitian, rancangan yang akan digunakan dalam peneitian ini adalah rancangan penelitian kelas atau dalam bahasa Inggris adalah Classroom Action Research (CAR), yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan di kelas. B. Rancangan Penelitian Kegiatan penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) dan penelitian tindakan kelas ini merupakan siklus yang dirancang dalam dua bagian. Setiap siklus ada empat tahapan yaitu: Perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Tahapan tersebut disusun dalam setiap siklus dan setiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai. Karena sifatnya yang siklus atau melingkar atau tidak linear, maka penelitian dilakukan secara berulang-ulang. Adapun model siklus PTK yang digunakan adalah mengadopsi desain PTK milik Kurt Lewin, yang dibuat dalam bagan sebagai berikut: Model: Siklus Penelitian Tindakan Kelas ( Kurt Lewin) Sumber: Arikunto. 2010. Prosedur Penelitian Praktik C. Tahap Penelitian Tahap penelitian terdiri dari tahap pra tindakan dan tahap pelaksanaan tindakan. 1. Tahap Pra Tindakan Menentukan lokasi penelitian. Melakukan pembicaraan dengan pihak sekolah, kepala sekolah, guru mata pelajaran IPS - Terpadu untuk meminta izin agar bisa mengadakan penelitian. Berdiskusi dengan guru mata pelajaran IPS- Terpadu yang berada di sekolah tersebut untuk menentukan kelas yang menjadi obyek penelitian dan juga mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan proses pelaksanaan pembelajaran yang telah dijalankan selama ini. Pada kesempatan ini juga peneliti menjelaskan metode pembelajaran yang digunakan selama penelitian untuk meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa. Mempersiapakan instrumen penelitian. 2. Tahap Pelaksanaan Tindakan Dalam tahap pelaksanaan tindakan di dalam kelas terdiri dari beberapa tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Siklus Pertama Perencanaan Tindakan Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Menyiapkan gambar-gambar sesuai dengan materi pembelajaran Menyusun lembar observasi aktivitas guru dan siswa Menyusun kisi-kisi soal Menyiapkan panduan wawancara dengan subyek penelitian Mempersiapkan format catatan lapangan Menyiapkan alat perekam (foto) Tahap Pelaksanaan Tindakan Pada tahap ini peneliti berperan sebagai guru untuk melaksanakan dan mempraktekkan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Picture and Picture sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran. Rencana pelaksanaan pembelajaran secara garis besar sebagai berikut: . (a) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. (b) Menyajikan materi sebagai pengantar. (c) Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi. (d) Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang atau mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis. Gambar-gambar yang sudah ada diminta oleh siswa untuk diurutan, dibuat, atau dimodifikasi. (e) Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut. (f) Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. (g) Kesimpulan/rangkuman Di akhir pembelajaran, guru bersama siswa mengambil kesimpulan sebagai penguatan materi pelajaran. 3) Tahap Observasi Pada tahap ini peneliti menghadirkan guru mata pelajaran atau teman sejawat. Mereka dihadirkan untuk mengamati proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh peneliti. Pengamatan proses observasi bisa dilakukan dengan mengisi lembaran observasi aktivitas guru, dan observasi aktivitas siswa. 4) Tahap Refleksi Kegiatan ini meliputi menganalisis data yang diperoleh dari hasil observasi, hasil tes, dan wawancara. Tahap refleksi ini meliputi kegiatan memahami, menjelaskan dan menyimpulkan data. Refleksi siklus pertama sebagai acuan untuk perencanaan siklus kedua. b. Silkus Kedua Perencanaan Perencanan dalam siklus kedua ini berdasarkan refleksi yang dilakukan pada siklus pertama. Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan pada siklus kedua merupakan pelaksanaan untuk mengisi dan memperbaiki kekurangan pada siklus pertama baik yang dilakukan oleh guru maupun oleh siswa sendiri. Tahap pelaksanaan pada siklus kedua diharapkan mampu memperbaiki segala kekurangan siklus pertama. Tahap pelaksanaan tahap kedua ini secara garis besar sebagai berikut: (a) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. (b) Menyajikan materi sebagai pengantar. (c) Guru menunjukkan atau memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi. (d) Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang atau mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis. Gambar-gambar yang sudah ada diminta oleh siswa untuk diurutan, dibuat, atau dimodifikasi. (e) Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut. (f) Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. (g) Kesimpulan/rangkuman. Pada akhir pembelajaran, guru bersama siswa mengambil kesimpulan sebagai penguatan materi pelajaran. Tahap Observasi Pelaksanaan observasi pada siklus kedua sama seperti yang dilakukan pada siklus pertama, yaitu mengamati kegiatan siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung. Pada kegiatan observasi pada siklus kedua ini, pengamat lebih fokus pada kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus pertama. Apakah kekurangan-kekurangan tersebut masih terjadi pada siklus kedua atau telah terjadi perubahan seperti yang diinginkan. Tahap refleksi Berdasarkan hasil observasi pada siklus kedua, dilakukan refleksi untuk menyusun kesimpulan dan saran dari kegiatan siklus kedua. Refleksi pada siklus kedua untuk melihat apakah kekurangan- kekurangan yang terjadi pada siklus pertama masih terjadi pada siklus kedua, atau muncul masalah baru. Hal tersebut akan dilihat dari lembar observasi dan catatan lapangan yang diisi oleh pengamat. Jika pada refleksi pada siklus kedua masih ada kekurangan-kekurangan dan muncul masalah baru, maka peneliti menyusun rencana baru untuk melangkah ke siklus berikutnya, tetapi apabila hasil refleksi pada siklus kedua menunjukan adanya peningkatan yang positif (dalam hal ini tidak ada masalah yang terjadi), maka siklus akan dihentikan. D. Kehadiran Peneliti Sesuai dengan pendekatan dan jenis penelitian yang telah ditentukan, maka kehadiran peneliti di lokasi sangatlah diperlukan, karena peneliti merupakan instrumen utama yang berperan dalam pengumpulan data, analisis data, evaluasi, dan pelaporan hasil penelitian. Menurut Moleong (2012: 168) menyatakan bahwa kedudukan peneliti sebagai perencana, pelaksana, pengumpul data, penganalisis, penaksir data, dan akhirnya pelapor hasil penelitian. Untuk kelancaran pelaksanaan penelitian, peneliti dibantu oleh dua observer, sehingga aktivitas dalam kegiatan pembelajaran dapat diamati secara keseluruhan, seksama, dan akurat. E. Subyek dan Waktu Penelitian Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 23 Malang, dengan jumlah siswa 36, yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 27 siswa perempuan, tahun ajaran 2013/2014. Waktu Penelitian Siklus 1 dilaksanakan pada tanggal …. dan …. 2014. Siklus 2 dilaksanakan pada tanggal …. dan …. 2014. F. Instrumen Penelitian Menurut Arikunto (2010: 192) instrumen adalah alat pada waktu penelitian menggunakan sesuatu metode. Instrumen ini membantu peneliti untuk memperoleh data. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan beberapa instrumen: Observasi Lembar observasi sangat dibutuhkan peneliti dalam penelitian tindakan kelas ini pada lembar observasi, kejadian – kejadian yang terdapat di kelas selama berlangsungnya pembelajaran bisa diketahui. Lembar observasi yang digunakan peneliti pada penelitian ini ada dua jenis. Lembar observasi guru digunakan untuk mengamati kegiatan guru dan lembar observasi siswa digunakan untuk mengamati kegiatan siswa. Pengisian lembar observasi harus dilakukan secara teliti karena merupakan salah satu elemen penting bagi terlaksananya perbaikan untuk siklus berikutnya. Lembar observasi yang dilakukan digunakan oleh peneliti adalah sebagai berikut : Tabel 3.1 Lembar Observasi Guru Siklus I No Kompetensi Belajar Deskriptor Komentar Ya Tidak 1 Membuka pelajaran denagn menyampaikan salam Terlakasana 2 Mengecek kehadiran siswa Terlakasana 3 Menyampaikan tujuan pembelajaran Terlakasana 4 Memotivasi siswa agar semangat mengikuti pembelajaran. Terlakasana 5 Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari Terlakasana 6 Menanyakan pengetahuan atau pengalaman siswa tentang materi yang akan dipelajari. Tidak Terlaksana 7 Guru membimbing siswa untuk materi pokok yang diberikan guru. Terlakasana 8 Guru menyajikan beberapa gambar yang berkaitan dengan materi Terlakasana 9 Guru menyuruh siswa membentuk kelompok Terlakasana 10 Guru memantau kegiatan siswa. Terlakasana 11 Guru meminta setiap kelompok secara begantian untuk mempersentasikan hasil diskusi kelompoknya. Terlakasana 12 Guru menyuruh siswa untuk mengurut gambar-gambar tersebut secara logis Tidak Terlaksana 13 Guru menanya siswa alasan pemilihan gambar dan alasan mengurutkannya Terlakasana 14 Guru meminta siswa mengungkapkan jawaban dugaan penalaran dengan kata – kata sendiri. Terlakasana 15 Guru meminta siswa mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya Tidak Terlaksana 16 Memotivasi siswa untuk menyelesaikan masalah dengan mandiri. Tidak Terlaksana 17 Guru mengajukan pertanyaan yang dapat menggali ingatan siswa tentang kemungkinan siswa pernah mengalami masalah serupa. Tidak Terlaksana 18 Guru menberikan motivasi kepada siswa agar dapat bersikap percaya diri dalam mengambil gambar-gambar untuk diurutkan Terlakasana 19 Guru membimbing siswa dalam melaksanakan pembelajaran Terlakasana 20 Guru menunjuk beberapa siswa untuk menuliskan kembali hasil penyelesaian masalah.. Terlakasana 21 Guru dan siswa melakukan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran Terlakasana 22 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya materi yang telah dipelajari Terlakasana 23 Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang sudah mengerjakan hasil penyelesaian masalah. Tidak Terlaksana 24 Guru dan siswa bersama – sama membuat kesimpulan. Terlakasana 25 Menyampaikan materi yang harus dipelajari pada pertemuan berikutnya. Terlakasana Sumber: Dadang. 2012. Menulis Penelitian Tindakan Kelas (APIK) Asli, Perlu, Ilmiah, Konsisten. Lembar observasi akan digunakan lagi pada siklus II Tabel 3.2 Lembar Observasi Siswa Siklus I No Kompetensi Belajar Deskriptor Komentar Ya Tidak 1 Mengerti tujuan pembelajaran 2 Siswa termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. 3 Siswa memperhatikan penjelasan guru 4 Menjawab pertanyaan yang diberikan guru. 5 Menyampaikan pertanyaan kepada guru untuk hal-hal yang belum dipahami berkaitan dengan langkah-langkah pembelajara. 6 Siswa memahami materi pokok yang diberikan guru. 7 Saling bekerja sama antar anggota dalam kelompok 8 Siswa dengan berani untuk maju dan memilih gambar 9 Siswa mengurutkan gambar-gambar tersebut dengan logis dan benar 10 Siswa menuliskan kembali inti permasalahan tersebut. 11 Siswa mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya. 12 Siswa mengungkapkan jawaban dugaan penalaran dengan kata – kata sendiri. 13 Siswa menyelesaikan tugas yang diberikan dengan jujur dan disiplin. 14 Menanggapi hasil kerja kelompok lain 15 Siswa menjawab pertanyaan yang dapat membantunya dalam menyelesaikan masalah. 16 Siswa melanjutkan penyelesaian masalah. 17 Siswa menjawab pertanyaan yang diajukan guru untuk menggali ingatan siswa. 18 Siswa termotivasi sehingga dapat bersikap percaya diri dalam mengambil langkah – langkah menyelesaikan persoalan. 19 Siswa melaksanakan penyelesaian persoalan. 20 Siswa yang ditunjuk menuliskan kembali hasil penyelesaian masalah dan siswa lain memperhatikan. 21 Siswa melakukan evaluasi terhadap materi yang telah dipelajari 22 Siswa bertanya pada materi yang belum dipaham 23 Siswa yang dengan benar menuliskan hasil penyelesaian masalah menerima penghargaan. 24 Siswa dan guru bersama – sama menyimpulkan materi. 25 Mendengarkan informasi materi yang harus dipelajari pada pertemuan berikutnya. Sumber: Dadang. 2012. Menulis Penelitian Tindakan Kelas (APIK) Asli, Perlu, Ilmiah, Konsisten. Lembar observasi akan digunakan lagi pada siklus II Tes tulis Menurut Arikunto (2010: 193) tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Dalam penelitian ini test tulis dilakukan setiap akhir siklus yang diakukan untuk mengetahui hasil belajar dan pemahaman siswa terhadap materi yang menggunakan model dalam pembelajaran. Tabel 3.3 Kisi-kisi soal pada siklus I Kompetensi Dasar Materi Indikator Banyak soal Mendeskripsikan permasalahan lingkungan hidup dan upaya penanggulangannya dalam pembangunan berkelanjutan Pengertian Lingkungan hidup dan Unsur-unsur lingkungan abiotik, biotik, dan sosial budaya Memahami pengertian Lingkungan hidup Memahami Unsure lingkungan biotic Memahami unsure lingkungan abiotik Memahami unsure lingkungan social dan budaya Rangkailah gambar dibawah ini dengan baik dan benar! (gambar terlampir) Bentuk kerusakan lingkungan hidup dan faktor penyebabnya Memahami penyebab kerusakan lingkungan hidup disebabkan oleh manusia Memahami penyebab kerusakan lingkungan hidup disebabkan oleh alam Berdasarkan gambar tersebut apa penyebab kerusakan lingkungan? (gambar terlampir…) Tabel 3.4 Kisi-kisi soal pada siklus II Kompetensi Dasar Materi Indikator Banyak soal Mendeskripsikan permasalahan lingkungan hidup dan upaya penanggulangannya dalam pembangunan berkelanjutan Usaha pelestarian lingkungan hidup Memahami upaya pelestraian pelestarian hutan Memahami upaya pelestarian tanah dan sumber daya air Memahami upaya pelestarian sumber daya udara Memahami upaya pelestarian keanekaragaman hayati Berdasarkan kerusakan lingkungan yang terdapat dalam gambar tersebut bagaimana upaya pelestraiaannya? (gambar terlampir…) Wawancara Pelaksanaan wawancara dilaksanakan pada akhir siklus untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap meteri pelajaran selama menggunakan model pelajaran. kontekstual. Wawancara dilakukan kepada dua subyek penelitian yaitu siswa dengan kemampuan tinggi dan siswa dengan kemampuan rendah. Berdasarkan hasil wawancara tersebut, diketahui bahwa siswa siswa menyukai model pembelajaran kontekstual berbasis pertanyaan karena merasa lebih aktif dalam memahami materi dan siswa yang malu menjadi lebih barani dalam menjawab pertanyaan maupun mananggapi pertanyaan yang diberikan. Berikut ini adalah hasil cuplikan wawancara peneliti dengan dua siswa dari subyek penelitian : Tabel 3.5 Daftar pertanyaan pada pelaksanaan wawancara NO Pertanyaan yang diberikan 1 Bagaimana perasaan kamu dengan pembelajaran materi Lingkungan hidup yang baru kita lakukan tadi? 2 Menurut kamu apakah model pembelajaran yang kita gunakan ini dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar ? mengapa? 3 Apakah kamu lebih mudah memahami materi menggunakan gambar-gambar ? 4 Bagaimana pendapat kamu dengan kegiatan pembelajaran tadi? Dokumentasi Menurut Arikunto (2010: 274) menyatakan dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal yangbereupa catatan, transkrip, buku, surat khabar, majalah, prasasti, notulen, agenda dan sebagainya. Berdasarkan pernyataan tersebut dokumentasi dilakukan untuk melengkapi data-data yang belum lengkap. Dokumentasi dalam penelitian ini, meliputi data-data nilai awal mata pelajaran IPS dari guru IPS sebelum dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran serta foto-foto sebagai bukti telah terlaksananya penelitian ini. Tabel 3.6 Panduan dokumentasi Data-data Sumber data Arsip nilai awal dan nama siswa Guru mata pelajaran IPS-Terpadu Lampiran Foto-foto Observer G. Data dan Sumber Data Table 3.7 Data dan Sumber Data Data Sumber Data Hasil observasi aktifitas guru dan siswa Observer atau teman sejawat Data hasil belajar sebelum penerapan model pembelajaran Picture and Picture Nilai tes siswa kelas VIII A iklus I dan siklus II SMPN 23 Malang Hasil wawancara Diambil dari 4 orang siswa perwakilan kelas VIII A SMPN 23 Malang. Hasil Foto-foto Siswa kelas VIII A SMPN 23 Malang H. Teknik Pengumpulan data Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Lembar observasi untuk mengukur tingkat keaktifan, kesesuaian materi dengan model pembelajaran, dan ketelitian selama proses kegiatan belajar mengajar, Wawancara untuk memperoleh informasi tentang situasi dalam kelas yang dipilih 10 orang siswa kelas VIII A untuk perwakilan. Tes formatif untuk mengukur tingkat pemahaman materi. Menurut Suhadi (dalam Masnur Muslich 2009: 146) Dalam penelitian pendidikan, menyelenggarakan test adalah salah satu teknik pengumpulan data yang sering digunakan. Dalam penelitian ini siswa sebagai subjek yang dites dan data yang dikumpulkan berupa hasil tes kemampuan pada materi Lingkungan Hidup. I. Analisis Data Moleong (2012) Data kualitatif dianalisis dengan model alur. Teknik ini terdiri dari tiga alur yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Mereduksi data Mereduksi data adalah proses yang meliputi kegiatan menyeleksi data informasi-informasi yang relevan dengan penelitian, memfokuskan dan menyederhanakan data mentah yang telah diperoleh dari awal pengumpulan data sampai menyusun laporan penelitian. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang jelas dari data tersebut sehingga peneliti dapat memperoleh kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan. Penyajian data Penyajian data dilakukan dalam rangka mengorganisasikan hasil reduksi dengan cara menyusun secara naratif sekumpulan informasi yang telah diperoleh. Informasi ini maksudnya adalah uraian dari kegiatan proses pembelajaran kemudian data yang diperoleh dibandingkan dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Selanjutnya data yang telah dibandingkan dibuat penafsiran dan evaluasi untuk membuat perencanaan kegiatan selanjutnya. Hasil penafsiran dan evaluasi ini dapat berupa penjelasan mengenai (a) perbedaan antara rancangan penyelesaian tindakan (b) perlu adanya perubahan tindakan/tidak, (c) alternative tindakan yang dianggap tepat, (d) persepsi peneliti/teman sejawat yang terlibat langsung dalam pengambilan tindakan catatan lapangan terhadap tindakan yang telah dilakukan dan (e) kendala yang dihadapi serta sebab-sebab kendala itu muncul dan sebagainya. Menarik kesimpulan Menarik kesimpulan di sini adalah memberikan kesimpulan terhadap keberhasilan penafsiran dan evaluasi setelah data dibandingkan dengan indikator yang telah ditetapkan. Kegiatan ini mencakup pencarian makna data serta memberikan penjelasan terhadap makna data tersebut. Setelah itu peneliti menyusun rencana berikutnya. J. Kriteria Keberhasilan Dalam penelitian tindakan kelas ini dikatakan berhasil apabila siswa memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) 78. Dalam pelaksanaanya ada dua kriteria keberhasilan, yaitu keberhasilan proses dan kriteria keberhasilan hasil belajar. Kriteria Keberhasilan Proses Pembelajaran Dari data yang diobservasi kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis presentase. Skor yang diperoleh masing-masing diskriptor dijumlahkan dan hasilnya disebut jumlah skor. Selanjutnya dihitung presentase nilai rata-ratanya dengan menggunakan rumus: Presentase Skor Perolehan (PSP) = JumlahSkor/SkorTotal x 100% Sehingga, kriteria keberhasilan proses pembelajaran (aktifitas peneliti dan siswa) ditentukan sebagai berikut : 90% ≤PSP ≤ 100% : Sangat Baik 80% ≤PSP ≤ 90% : Baik 70% ≤PSP ≤ 80% : Cukup Baik 60% ≤PSP ≤ 70% : Kurang 0% ≤ PSP ≤ 60% : Sangat Kurang Guru dan siswa dikatakan melaksanakan pembelajaran dengan baik jika hasil analisis observasi memperoleh skor dari pengamat dengan kriteria baik yaitu sekurang-kurangnya 85%. Keberhasilan Belajar Kriteria keberhasilan belajar siswa sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditentukan oleh pihak sekolah. KKM yang diberikan oleh pihak sekolah adalah 78 yang menjadi patokan pencapaian ketuntasan belajar siswa. Ketuntasan belajar siswa adalah banyaknya siswa yang tuntas belajar dibagi jumlah siswa di kelas dan dikalikan 100%. Secara matematis dapat ditulis: P = n/N x 100% Keterangan P = Ketuntasan belajar siswa N= Jumlah siswa n = Banyaknya siswa yang tuntas belajar Siswa dikatakan tuntas belajar jika mendapat skor sekurang-kurangnya kelas adalah ≥ 80% siswa telah mencapai ketuntasan I.